93 WNI Berhasil Evakuasi Aman! 93 WNI dari Iran Tiba di Baku Lewat Jalur Darat
Media Pematagansiantar 93 WNI Berhasil Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengonfirmasi evakuasi 97 orang dari Iran —terdiri atas 93 WNI, tiga staf KBRI, dan seorang WNI-Iranke Baku, Azerbaijan, melalui jalur darat. Proses ini memakan waktu sekitar 16 jam
“Semuanya telah melewati perbatasan Iran‑Azerbaijan dan kini beristirahat di Baku,” ujar Menlu. Meskipun kondisi perbatasan padat, perjalanan berjalan lancar berkat koordinasi diplomatik dengan negara tetangga Iran .
2. Diplomasi Cepat, Jalur Darat Jadi Andalan Selamatkan WNI dari Konflik
Proses evakuasi ini tidak hanya mengandalkan jalur darat, tapi juga kelonggaran diplomatik dari negara tetangga Iran. Menlu Sugiono menyatakan, Indonesia telah berkoordinasi erat agar kendaraan-kendaraan evakuasi bisa melepasi pemeriksaan perbatasan dengan aman .
Dalam waktu sekitar 16 jam, seluruh rombongan diselamatkan dari wilayah konflik Iran dan tiba dengan aman di Baku.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Tawarkan Layanan JakLingko Masuk ke Tangsel, Dishub Lakukan Kajian
3. Dari Turki ke Azerbaijan: 93 Jemaah Haji dan Keluarga Diamankan dari Iran
Evakuasi ini terjadi bersamaan dengan agenda Menlu Sugiono di Konferensi Tingkat Menteri OKI ke‑51 di Istanbul.
Sugiono menegaskan kondisi seluruh evakuan dalam keadaan baik, baik yang melalui Iran maupun Israel-Jordan (ada 4 WNI lainnya) .
4. Evakuasi Terkoordinasi: 93 WNI, Staf RI, dan Pasangan Iran Diungsikan ke Baku
Selain 93 WNI, evakuasi juga mencakup tiga staf KBRI dan satu warga Iran yang merupakan pasangan WNI. Menlu Sugiono menekankan pentingnya koordinasi Kemenlu dengan KBRI, aparat keamanan, dan negara tetangga untuk memastikan keselamatan mereka pascapeningkatan konflik.
Sugiono juga meminta masyarakat mendoakan agar diplomasi berlanjut dan ketegangan mereda .
5. Evakuasi WNI Singgung Perlunya Jalur Diplomatik di Tengah Krisis Timur Tengah
Evakuasi 97 orang dari Iran melalui Azerbaijan menjadi bukti pentingnya diplomasi efektif dan tangkap cepat terhadap risiko konflik. Menlu Sugiono menyatakan harapan agar jalur diplomatik ini menjadi model penanganan krisis, dan mendukung upaya negosiasi damai.
“Kami berharap ada ruang diplomasi untuk membawa konflik ini ke meja perundingan,” pungkasnya






