Pemkot Surabaya tancap gas memperluas program Kampung Pancasila
Media Pematangsiantar – Pemkot Surabaya sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan di tingkat akar rumput. Melalui gerakan masif ini, sebanyak 12.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama elemen pemuda diterjunkan langsung untuk mendampingi 1.361 Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah kota.
Program ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai gerakan sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan melibatkan ribuan ASN, Pemkot ingin memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam praktik, mulai dari gotong royong, toleransi, hingga kepedulian sosial.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kampung Pancasila merupakan strategi membangun karakter masyarakat di tengah tantangan zaman. Menurutnya, penguatan ideologi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus hadir langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam implementasinya, setiap ASN dan pemuda memiliki peran sebagai pendamping di tingkat RW. Mereka tidak hanya memfasilitasi kegiatan sosial, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan warga. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan, mulai dari kebersihan, keamanan, hingga kesejahteraan warga.
Baca Juga: Ronald Koeman Dukung Kees Smit Hijrah ke Barcelona
Gerakan ini juga melibatkan berbagai komunitas lokal, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat.
Sinergi lintas elemen ini menjadi kunci keberhasilan program, karena menciptakan rasa memiliki bersama terhadap Kampung Pancasila.
Selain itu, kegiatan yang dilakukan di setiap RW dibuat beragam dan kontekstual sesuai kebutuhan warga. Mulai dari kerja bakti rutin, diskusi kebangsaan, pelatihan keterampilan, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Dengan pendekatan ini, nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pemkot Surabaya juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam program ini. Keterlibatan pemuda dinilai mampu membawa energi baru sekaligus memperkuat keberlanjutan gerakan. Mereka didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Tak hanya fokus pada aspek sosial, Kampung Pancasila juga diarahkan untuk mendukung ketahanan masyarakat di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan warga, diharapkan setiap RW mampu menjadi komunitas yang mandiri dan tangguh.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga
sekaligus meningkatkan kualitas hidup di lingkungan. Pendekatan langsung yang dilakukan ASN juga dianggap membuat pelayanan publik menjadi lebih cepat dan responsif.
Ke depan, Pemkot berencana terus mengembangkan Kampung Pancasila agar menjadi model yang bisa diterapkan di daerah lain. Dengan skala besar dan keterlibatan berbagai pihak, gerakan ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.












