1: Tim Gabungan Kodim 0212/Tapsel dan BNNP Sumut Ungkap Ladang Ganja 3 Hektare
Media Pematangsiantar Tim Gabungan Kodim 0212 BNNP Sumatera Utara bersama TNI/Polri—termasuk personel Koramil 14 Kotanopan Kodim 0212/Tapsel—melakukan pemusnahan ladang ganja seluas ± 1,5 hingga 2 hektare di Perbukitan Tor Sihite, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal. Tanaman ganja sebanyak ± 15.000 batang dimusnahkan dengan dicabut dan dibakar. Usia dan tinggi tanaman diperkirakan antara 70–150 cm, dengan estimasi berat total sekitar 5 ton
2: Operasi Berat di Bukit Tor Sihite: Rintangan dan Proses Eksekusi
Akses lokasi ladang dipenuhi tantangan: personel harus melewati medan sulit dengan jalan kaki berjam‑jam setelah kendaraan berhenti jauh dari lokasi. Setelah tiba, proses pemusnahan dilakukan di tempat dengan konvoi tim gabungan yang melibatkan
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Vietnam Siapa Juara Piala AFF U23, Prediksi Indonesia vs Vietnam Malam Ini
3: Sinergi Penguatan Penegakan Hukum dan Pemberdayaan Masyarakat
Operasi ini menunjukkan kolaborasi antara Kodim 0212/Tapsel, Polres Madina, BNNP/B, dan dukungan Pemkab Madina. Bupati Mandailing Natal menegaskan dukungan penuh terhadap operasi tersebut dan mendorong masyarakat beralih menanam kopi, palawija atau tanaman produktif lainnya sebagai alternatif legal dan ekonomis
4: Tim Gabungan Kodim 0212 Ladang Ganja di Mandina Kembali Terungkap — Polres dan TNI Terus Bergerak
Temuan ini mengulang beberapa operasi sebelumnya di kawasan Tor Sihite. Data sebelumnya menunjukkan ladang ganja seluas 1,5–1,8 ha ataupun 5 ha pernah dihancurkan dalam serangkaian operasi yang melibatkan Tim Gabungan Kodim 0212/Tapsel, Polres Madina dan BNN Variasi luasan menunjukkan kurangnya keteraturan penanaman dan pengawasan ilegal yang masif di wilayah tersebut.
5: Tim Gabungan Kodim 0212 Dampak Strategis dan Pelajaran untuk Masa Depan
Penemuan kembali ladang ganja seluas hampir 3 hektare menandakan adanya pola penanaman sistemik di wilayah perbukitan. Operasi gabungan yang berulang menegaskan pentingnya sinergi intelijen, pelibatan masyarakat, dan pendekatan pembangunan alternatif. Program rehabilitasi seperti distribusi bibit kopi dan palawija diharapkan menekan perekonomian ilegal dan mencegah masyarakat kembali menanam ganja sebagai sumber utama pendapatan
Ringkasan Tabel:
| Fokus | Isi |
|---|---|
| Luas dan lokasi temuan | ± 1,5–2 hektare di Perbukitan Tor Sihite, Mandailing Natal |
| Metode operasi | Tim gabungan TNI, Polri, BNN dengan pemusnahan langsung, dicabut dan dibakar |
| Tantangan medan | Jalan berat, akses terbatas, evakuasi kompleks |
| Kerja sama lintas instansi | Kodim 0212/Tapsel, BNNP/B, Polres Madina, Satpol PP dan Pemerintah Daerah Mandina |
| Alternatif untuk masyarakat | Dorongan terhadap tanaman produktif seperti kopi, palawija agar hindari ganja |












