Giliran Gen Z Peru Demo Polisi Tembak Peluru Karet ke Massa
Media Pematangsiantar — Giliran Gen Z Peru Demo Ketegangan meningkat di ibu kota Peru ketika kelompok pemuda yang mengidentifikasi diri sebagai “Generation Z” turun ke jalan menuntut perubahan kebijakan dan pertanggungjawaban publik. Dalam aksi protes tersebut, bentrokan tak terhindarkan, dan kepolisian menembakkan peluru karet serta gas air mata kepada massa—memicu kontroversi, kecaman, dan diskusi tentang batasan penggunaan kekerasan negara terhadap rakyat.
Latar Belakang Demo
Demonstrasi kali ini terjadi di tengah melonjaknya ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah Presiden Dina Boluarte.
Sekitar 500 orang berkumpul di pusat kota Lima untuk menyuarakan aspirasi mereka, di bawah payung kolektif kaum muda. Mereka mencoba mendekati gedung-gedung eksekutif dan legislatif sebagai simbol dari tuntutan mereka agar pemerintah dan kongres lebih transparan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Jelang Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB, Massa Aksi Simpatik Palestina Sampaikan 4 Tuntutan Ini
Giliran Gen Z Peru Kronologi Kericuhan
Aksi yang pada awalnya relatif damai mulai meningkat ketegangannya ketika para demonstran melempar batu dan ranting ke arah polisi. Demonstran mencoba menerobos barikade di sekitar gedung-gedung pemerintahan.
Polisi merespons dengan penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa.
Giliran Gen Z Peru Penggunaan Peluru Karet: Argumen dan Kritik
Beberapa orang menyebut penggunaan proyektil (peluru karet/pellets) bukan hanya untuk membubarkan, tapi menimbulkan cedera serius. Juga ada pertanyaan mengenai apakah tindakan polisi masih dalam kerangka hukum dan sesuai standar HAM internasional mengenai penanganan protes.
Dampak & Reaksi Publik
Demikian juga jurnalis yang sedang bekerja di lapangan.
Sikap publik terhadap pemerintah menurun; survei menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap lembaga pemerintahan dan parlemen makin melemah. Demonstrasi ini jadi salah satu cerminan krisis legitimasi di kalangan masyarakat.
Catatan: Apa yang Bisa Dilakukan Selanjutnya
Pemerintah diharapkan transparan atas penggunaan kekerasan dalam demo ini, termasuk membuka akses bagi lembaga HAM dan independen untuk melakukan investigasi.
Kesimpulan
Aksi demo yang digerakkan oleh Generasi Z di Peru menunjukkan betapa besar ketidakpuasan generasi muda terhadap kondisi politik dan sosial saat ini. Penggunaan peluru karet oleh polisi menjadi simbol dari pertentangan antara keamanan publik dan kebebasan berekspresi.












