Kebun Tebu Terbakar Tragedi di Sragen: Kebun Tebu Terbakar, Petani Lansia Tewas dengan Luka Bakar 80 Persen
Media Pematangsiantar — Kebun Tebu Terbakar Sebuah insiden memilukan terjadi di Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Seorang petani tebu lansia diterjang maut setelah api dari kebun merembet hebat dan membakar sekitar 80 persen tubuhnya. Korban, yang dikenal sebagai Seman (74), ditemukan tewas saat berusaha memadamkan kobaran api, Senin (2 September 2025).
Kronologi Kejadian
Angin kencang dan rembetan api:
Tiba‑tiba, angin kencang membawa api menjalar dengan cepat ke kebun tebu tetangga milik Wardoyo. Situasi seketika berubah dari terkendali menjadi bahaya besar.
Upaya pemadaman yang gagal:
Dengan alat seadanya, Seman mencoba memadamkan api sendiri. Beberapa warga yang melintas kemudian ikut membantu setelah melihat kepulan asap tebal. Sayangnya api sudah terlalu besar dan cepat merambat
Penemuan korban:
Sekitar pukul 15.45 WIB, saksi melihat asap tebal mengepul. Setelah mendekat, mereka menemukan Seman sudah tak bernyawa, tubuhnya hangus terbakar. Tingkat luka bakar diperkirakan mencapai 80 persen.
Baca Juga: Giliran Gen Z Peru Demo Ricuh, Polisi Tembak Peluru Karet ke Massa
Faktor Penyebab
Angin kencang, sebagai faktor eksterior yang tak terduga, mempercepat penyebaran api dalam waktu singkat.
Keterbatasan alat dan kesiapsiagaan untuk menangani kebakaran cepat di lahan terbuka.
Dampak & Kerugian
Korban jiwa: Seorang petani lansia meninggal dunia.
Luka parah: Luka bakar sekitar 80 persen tubuh.
Kerugian material: Selain korban jiwa, tanaman tebu dan lahan sekitarnya ikut rusak; kebun tebu ikut terbakar merambet karena angin.
Kebun Tebu Terbakar Pesan Keselamatan dan Upaya Pencegahan
Tragisnya peristiwa ini menyisakan beberapa pelajaran penting:
Hindari pembakaran di musim kering atau ketika angin kuat. Pembakaran sisa tanaman hanya aman jika kondisi cuaca memungkinkan untuk pengendalian.
Sediakan alat pemadam kebakaran yang memadai di sekitar lahan. Ember, selang air, alat manual lain bisa menjadi penolong pertama sebelum bantuan profesional tiba.
Pantau prakiraan cuaca dan kondisi lokal — jika prakiraan menunjukkan angin kencang atau udara sangat kering, tunda aktivitas pembakaran.
Lakukan koordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan ada banyak orang yang tahu dan siap membantu jika api merambat.
Pelatihan atau sosialisasi keselamatan kebakaran lahan oleh pemerintah daerah atau BPBD agar petani memahami risiko dan langkah darurat ketika terjadi kebakaran.
Penutup
Korban meninggal dengan luka bakar parah bukan sekadar tragedi individu, namun juga alarm bagi semua pihak: petani, aparat desa, dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menangani aktivitas berisiko di lahan terbuka.












