Semakin Banyak Siswa Keracunan Massal Siswa Meningkat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diminta Dievaluasi dan Dialihkan ke Orang Tua
Media Pematangsiantar – Semakin Banyak Siswa Keracunan yang diluncurkan pemerintah sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting dan peningkatan gizi anak sekolah justru memicu kekhawatiran baru. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah laporan menyebutkan bahwa puluhan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan makanan, diduga akibat konsumsi makanan dari program MBG. Hal ini memicu sorotan publik dan desakan agar pelaksanaannya segera dievaluasi menyeluruh, bahkan dialihkan pengelolaannya kepada orang tua atau wali murid.
Kasus Keracunan Semakin Meluas
Semakin Banyak Siswa Keracunan yang dialami siswa tidak lagi bersifat insidental. Dalam beberapa laporan yang beredar, kasus menyebar di sejumlah sekolah dasar dan menengah di berbagai provinsi — dari Jawa Tengah, Sumatera Barat, hingga Kalimantan Selatan.
Para korban umumnya mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Meskipun belum ada korban jiwa, kejadian ini menyulut kemarahan orang tua dan kekhawatiran masyarakat terhadap standar keamanan makanan yang disediakan dalam program MBG.
Kami mendukung programnya, tapi keselamatan anak-anak kami lebih utama.
Baca Juga: Keracunan MBG Menggila di Jabar Bahkan Jadi yang Terbanyak
Semakin Banyak Siswa Keracunan Evaluasi Menyeluruh Didesak
Ia menyebutkan bahwa MBG adalah program ambisius yang idealnya baik, namun pelaksanaan teknisnya tampak belum siap.
Usulan: Dana MBG Disalurkan ke Orang Tua
Tujuannya adalah agar orang tua bisa mengolah sendiri makanan bergizi di rumah, yang dianggap lebih aman dan sesuai kebutuhan anak.
Kami melihat potensi untuk menyalurkan bantuan MBG dalam bentuk bahan baku atau uang tunai, yang bisa dikelola keluarga. Ini lebih memberdayakan dan memberi rasa aman,” katanya.
Respons Pemerintah: Investigasi dan Penegasan Standar
Menanggapi polemik ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap seluruh penyedia katering yang terlibat dalam insiden keracunan. Jika terbukti lalai, izin mereka akan dicabut dan proses hukum bisa ditempuh.












