Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Bulog Sumut segera salurkan jagung SPHP untuk peternak skala mikro

Skintific

Bulog Sumut Bulog Sumut segera Siapkan Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak Mikro, Ringankan Beban Produksi

Medan Pematangsiantar Bulog Sumut segera  Wilayah Sumatera Utara mengumumkan akan segera menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para peternak skala mikro di wilayah Sumut. Langkah ini diambil sebagai upaya mendukung sektor peternakan rakyat, terutama dalam mengatasi tingginya biaya pakan yang selama ini menjadi beban utama para peternak kecil.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan fluktuasi harga pakan ternak, khususnya jagung, yang merupakan bahan utama dalam ransum unggas dan ternak lainnya.

Skintific

Fokus kepada Peternak Skala Kecil

Kepala Bulog Sumut, dalam keterangan resminya, menyebut bahwa prioritas penyaluran akan difokuskan kepada peternak skala mikro dan kecil yang selama ini kesulitan mengakses pakan dengan harga terjangkau. Bulog juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan verifikasi penerima.

“Kami fokus pada peternak rakyat yang selama ini terdampak langsung oleh kenaikan harga jagung. Melalui program SPHP ini, kami akan menyalurkan jagung dengan harga stabil agar produksi ternak mereka bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, harga jagung pakan di pasaran yang kerap melonjak di atas Rp6.000 per kilogram cukup memberatkan peternak, khususnya peternak ayam petelur dan broiler. Melalui program ini, jagung akan disalurkan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah agar tetap berada di bawah harga pasar.

Bulog Sumut segera Ketersediaan Stok Aman

Bulog Sumut memastikan bahwa stok jagung untuk program SPHP ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk tahap awal penyaluran. Jagung akan didistribusikan dari gudang-gudang Bulog yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, sehingga mempercepat proses penyaluran ke peternak yang membutuhkan.

Distribusi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah-daerah sentra peternakan seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, dan sebagian wilayah Tapanuli.

“Kami juga membuka ruang bagi koperasi peternak untuk mengajukan permintaan secara kolektif, agar distribusinya lebih terorganisir dan tepat sasaran,” tambahnya.Sebanyak 209.165 Ton Beras SPHP Siap Disalurkan BULOG Jabar Sampai Desember  2025 – Perum BULOG

Baca Juga: Sekda Lantik 51 Pejabat Administrator Dan Pengawas Pemko Pematangsiantar

Bulog Sumut segera Respons Positif dari Peternak

Rencana penyaluran jagung murah ini mendapat respons positif dari kalangan peternak. Beberapa di antaranya menyatakan bahwa langkah Bulog sangat membantu di tengah tekanan biaya produksi yang tinggi, terutama harga pakan yang tidak stabil selama beberapa bulan terakhir.

“Kalau jagung bisa kami dapatkan dengan harga terjangkau, ini sangat membantu. Sebab biaya pakan itu bisa sampai 70 persen dari total biaya produksi,” kata Sugeng, seorang peternak ayam petelur di Langkat.

Para peternak berharap program ini dapat berkelanjutan dan merata, agar tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi benar-benar menjangkau seluruh peternak mikro yang berjuang menjaga pasokan protein hewani di masyarakat.

Upaya Stabilkan Harga Daging dan Telur

Selain membantu peternak, penyaluran jagung SPHP juga diharapkan bisa menstabilkan harga daging dan telur di pasaran. Selama ini, mahalnya pakan sering dikaitkan dengan naiknya harga produk peternakan di tingkat konsumen. Dengan menekan biaya produksi, harga jual di pasar diharapkan bisa lebih stabil.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional menjaga inflasi, khususnya di sektor pangan yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga.


Penutup

Dengan segera disalurkannya jagung SPHP oleh Bulog Sumut, diharapkan roda produksi para peternak kecil tetap berputar di tengah tantangan ekonomi. Langkah ini tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar peternak, tetapi juga menjaga keseimbangan antara hulu dan hilir dalam rantai pasok pangan. Pemerintah dan peternak pun diharapkan terus berkoordinasi agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan demi ketahanan pangan yang kuat dan inklusif.

Skintific