Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Stok Telur Kol hingga Tomat Mulai Langka Cabai Merah Rp 250 ribu per kg

Stok Telur Kol
Skintific

Stok Telur Kol hingga Tomat Menipis di Pasaran, Harga Cabai Merah Melonjak hingga Rp 250 Ribu per Kg

Media Pematangsiantar – Stok Telur Kol Sejumlah pasar tradisional di wilayah Aceh mulai mengalami kelangkaan berbagai komoditas pangan penting. Pasokan telur ayam, kol, hingga tomat semakin sulit ditemukan dalam jumlah normal. Sementara itu, harga cabai merah kembali membuat heboh para pembeli setelah melonjak hingga mencapai Rp 250 ribu per kilogram.

Pantauan pedagang menunjukkan bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pembeli yang datang mengeluhkan tidak hanya harga yang meroket, tetapi juga stok barang yang jauh lebih sedikit dari biasanya.

Skintific

Pedagang: “Barang Datang Sedikit, Harga Naik Drastis”

Seorang pedagang di pasar pagi mengungkapkan bahwa pasokan dari distributor berkurang signifikan. “Biasanya kami dapat beberapa peti, tapi sekarang cuma separuhnya. Permintaan tetap tinggi, jadi harga ikut naik,” katanya.

Untuk cabai merah, pedagang mengaku kebingungan menghadapi lonjakan harga ekstrem. Mereka mengaku bukan ingin menaikkan harga, tetapi kondisi pasokan memaksa hal tersebut terjadi.

“Cabai merah sekarang mahal sekali. Kami juga tidak enak kalau kasih harga setinggi itu ke pelanggan, tapi modal saja sudah tinggi,” ujarnya.Harga Cabai dan Tomat Mulai Naik | EkbisNTB.com

Baca Juga: RESMI Daftar 23 Pemain Timnas U22 Pilihan Indra Sjafri di SEA Games, Ada Marselino Ferdinan, Jenner

Konsumen Terpaksa Kurangi Belanja

Bagi ibu rumah tangga, kondisi ini menjadi pukulan berat. Banyak dari mereka yang memilih mengurangi pembelian atau beralih ke bahan pengganti.

“Cabai semahal itu mana sanggup kami beli. Terpaksa pakai cabai kering atau cabai hijau saja. Telur pun susah dicari,” keluh seorang pembeli.

Tidak sedikit pula yang beralih memasak menu sederhana karena kenaikan harga membuat anggaran dapur semakin ketat.

Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

 Curah hujan tinggi membuat beberapa lahan pertanian sulit dipanen tepat waktu, sementara pengiriman dari luar daerah juga terhambat.

Beberapa petani mengaku tanaman mereka rusak atau tidak tumbuh optimal, terutama komoditas yang rentan terhadap perubahan cuaca seperti cabai, tomat, dan kol.

Stok Telur Kol Pemerintah Diminta Turun Tangan

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, para pedagang meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengatasi masalah pasokan. Mereka khawatir jika tidak ada penanganan cepat, harga pangan akan semakin tak terkendali.

“Kami butuh operasi pasar atau intervensi lain. Kalau begini terus, pembeli bisa hilang, dan pedagang rugi,” ujar salah satu pedagang.

Skintific