Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Xtrem Langsa Jangkau Matang Ara Desa Terisolir di Aceh Tamiang Pascabanjir Sulit Ditembus Bantuan

Xtrem Langsa Jangkau Matang
Skintific

Xtrem Langsa Jangkau Matang Ara, Desa Terisolir di Aceh Tamiang: Pascabanjir, Bantuan Sulit Tembus

Media Pematangsiantar — Xtrem Langsa Jangkau Matang Upaya penyaluran bantuan bagi korban banjir di Aceh Tamiang terus dilakukan oleh berbagai kelompok relawan. Salah satu yang bergerak cepat adalah komunitas Xtrem Langsa, yang akhirnya berhasil menjangkau Desa Matang Ara, sebuah desa yang sebelumnya terisolir total akibat banjir besar dan rusaknya akses jalan.

Sejak banjir menerjang beberapa hari lalu, Matang Ara menjadi salah satu titik paling sulit dijangkau. Jalan utama tertimbun lumpur tebal, beberapa jembatan darurat hanyut, dan arus sungai yang masih deras membuat kendaraan tidak dapat memasuki wilayah tersebut. Bahkan upaya menggunakan perahu karet sempat terkendala karena aliran sungai yang berbahaya.

Skintific

Perjuangan Relawan Menembus Desa Terisolir

Tim Xtrem Langsa memutuskan menggunakan kendaraan off-road serta jalur alternatif melalui area kebun dan perbukitan untuk mencapai desa tersebut. Perjalanan mereka memakan waktu berjam-jam dan harus beberapa kali berhenti karena medan yang ekstrem.

“Kondisinya benar-benar berat. Jalan putus, jembatan hilang, dan lumpur sangat tebal. Tapi kami harus terus maju karena warga di dalam sana sudah kekurangan logistik,” ujar salah satu relawan dari Xtrem Langsa.

Sesampainya di lokasi, tim mendapati puluhan rumah masih terendam lumpur setinggi lutut, dan masyarakat hampir kehabisan stok makanan. Sejak banjir merusak akses utama, bantuan dari luar tidak dapat masuk dalam beberapa hari terakhir.Xtrem Langsa Jangkau Matang Ara, Desa Terisolir di Aceh Tamiang Pascabanjir  Sulit Ditembus Bantuan - Serambinews.com


Baca Juga: Respons Bupati Mirwan MS Akhirnya Dicopot dari Jabatannya Mendagri Tugaskan Bupati Magang

Warga Bertahan dengan Persediaan Terbatas

Kepala desa Matang Ara mengungkapkan bahwa situasi di desa mereka sudah sangat memprihatinkan sejak akses terputus. Para warga hanya mampu bertahan dengan sisa-sisa bahan makanan yang mereka simpan sebelum banjir. Air bersih juga menjadi persoalan serius karena sumur-sumur warga terkontaminasi lumpur.

“Kami benar-benar terisolir. Sinyal susah, bantuan tidak bisa masuk, dan warga mulai cemas. Alhamdulillah hari ini tim relawan berhasil menembus desa,” katanya.

Selain kebutuhan pangan, beberapa warga juga mulai mengeluh sakit akibat kondisi lingkungan yang kotor dan lembap, termasuk batuk, demam, serta iritasi kulit.


Bantuan yang Dibawa Xtrem Langsa

Dalam misi tersebut, Xtrem Langsa membawa sejumlah logistik penting, antara lain:

Beras dan bahan makanan instan

Air mineral

Obat-obatan dasar

Pakaian layak pakai

Selimut dan perlengkapan bayi

Peralatan kebersihan dan sanitasi

Tim juga melakukan asesmen cepat untuk mencatat kebutuhan lanjutan yang mesti segera dikirim melalui jalur darat maupun sungai, tergantung cuaca dan medan di hari mendatang.


Xtrem Langsa Jangkau Matang Akses Masih Rawan, Pemerintah Didesak Bertindak

Hingga berita ini diturunkan, akses menuju Matang Ara dan beberapa desa lain di Aceh Tamiang masih belum stabil. Relawan meminta pemerintah daerah mempercepat pengerahan alat berat untuk membuka jalan dan memperbaiki jembatan sementara.

 Kondisi cuaca yang masih tidak menentu membuat risiko banjir susulan tetap mengancam desa-desa rendah.


Harapan Warga Setelah Bantuan Pertama Masuk

 Beberapa warga juga meminta agar pemerintah memperhatikan kebutuhan jangka panjang seperti:

Perbaikan rumah rusak

Pemulihan lahan pertanian yang terendam

Pembangunan jembatan darurat

Layanan kesehatan pascabencana

Skintific