Waspada Banjir Kota Subulussalam Diguyur Hujan Lebat Sejak Dini Hari
Media Pematangsiantar — Waspada Banjir kembali diguyur hujan lebat sejak dini hari, memicu kekhawatiran akan potensi banjir di sejumlah wilayah rawan. Intensitas hujan yang tinggi membuat sebagian besar warga memilih menunda aktivitas pagi mereka dan memantau perkembangan kondisi sungai serta drainase di sekitar pemukiman.
Hujan Berdurasi Panjang Isyaratkan Potensi Banjir
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 01.00 WIB dan terus berlangsung hingga menjelang pagi tanpa jeda. Di beberapa titik, debit air tampak meningkat cepat, terutama di wilayah yang sering menjadi langganan banjir seperti Kecamatan Simpang Kiri, Rundeng, dan Penanggalan.
“Kalau hujan seperti ini terus, biasanya air cepat naik. Kami sudah bersiap-siap memindahkan barang penting,” ujar seorang warga di Rundeng.
Baca Juga: Xtrem Langsa Jangkau Matang Ara Desa Terisolir di Aceh Tamiang Pascabanjir Sulit Ditembus Bantuan
Air Sungai Mulai Naik, Drainase Tak Sanggu Menampung
Pantauan warga menunjukkan bahwa beberapa sungai kecil mulai meluap ke area persawahan dan pekarangan rumah. Selain itu, saluran drainase di beberapa jalan utama terlihat tak mampu menampung debit air, menyebabkan genangan mencapai tinggi mata kaki.
Kondisi ini membuat pengendara harus berhati-hati, terutama pada pagi hari ketika arus lalu lintas mulai ramai.
“Kami khawatir airnya naik mendadak, jadi tetap kami pantau,” kata seorang pedagang yang terdampak genangan.
BPBD Ingatkan Warga Tetap Siaga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan lanjutan.
Petugas BPBD kini bersiaga di posko darurat dan melakukan pemantauan rutin pada titik-titik rawan, termasuk tanggul sungai dan kawasan perbukitan yang berisiko longsor.
“Kami meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap siaga. Jangan menunggu air naik terlalu tinggi baru evakuasi,” tegas petugas BPBD.
Waspada Banjir Aktivitas Warga Mulai Terganggu
Genangan yang muncul secara tiba-tiba membuat sebagian warga kesulitan beraktivitas. Beberapa siswa datang terlambat ke sekolah karena jalan tergenang, sementara pedagang kaki lima memilih menunggu hujan mereda sebelum membuka jualan.
“Biasanya jam enam saya sudah keluar rumah, tapi tadi terpaksa menunggu karena jalan sudah mulai terendam,” ujar seorang warga Penanggalan.
Warga Harapkan Cuaca Segera Membaik
Di tengah kekhawatiran, warga berharap hujan tidak berlangsung sepanjang hari seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Banyak di antara mereka mulai menyiapkan langkah antisipasi seperti mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi dan membersihkan parit agar air mengalir lancar.










