1. Ketua DPRD Wonosobo Salah Bacakan Pancasila Saat Temui Massa Aksi
Media Pematangsiantar – Ketua DPRD Wonosobo Saat menemui demonstran di depan kantor Bupati Wonosobo pada Sabtu (30 Agustus 2025), Eko Prasetyo diminta membacakan Pancasila. Namun, saat menyebut sila kedua, ia melompat langsung ke sila kelima, yang memicu gelak tawa massa dan sorakan keras karena kesalahan tersebut
Eko kemudian meminta maaf secara terbuka di hadapan wartawan, mengakui bahwa saat itu “kurang fokus” karena sudah mendampingi aksi selama empat jam dan kondisi fisik kurang fit
Peristiwa ini menyebar cepat, menjadi trending topic di media sosial dan media daring, di mana sebagian khalayak mengutuk, sementara ada yang menunjukkan empati atas tekanan situasi yang dialami pejabat publik
2. Klaim Kekayaan: Harta Rp 1 Miliar—Fakta atau Isu?
Di beberapa laporan populer, muncul narasi bahwa Eko Prasetyo memiliki harta sekitar Rp 1 miliar. Namun, sejauh ini saya belum menemukan sumber jurnalistik tepercaya yang secara resmi memverifikasi atau menyebutkan jumlah tersebut. Informasi ini kemungkinan diperkuat melalui medium sosial atau opini publik, tetapi belum tercatat dalam pernyataan terbuka atau dokumen resmi yang diakses media mainstream.
Dalam artikel utama yang saya akses, fokus berita masih di seputar viralnya kesalahan Pancasila—belum termasuk data harta pribadi
Baca Juga: PERAN 4 Provokator Penyerangan Markas Brimob di Cikeas, Ada yang Bawa Sajam dan Bom Molotov
3. Perspektif Resmi: Siapa Eko Prasetyo Heru Wibowo?
Lulus S1 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang tahun 1983 dan kini menjabat sebagai Ketua DPRD Wonosobo periode 2024–2029
Aktif mendorong sinergi legislatif-eksekutif demi pembangunan, serta mengawasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan efisiensi setinggi-tingginya
4. Ketua DPRD Wonosobo Tiga Cara Membahas Isu Ini Lebih lanjut
Berikut tiga pendekatan artikel yang bisa memperkaya diskusi soal Eko Prasetyo:
A. Sidang Identitas & Wibawa: Bahaya Salah Lafal Pejabat di Tengah Demo
Kesimpulan
Viral salah baca Pancasila adalah momen yang memukul citra, tapi juga membuka ruang diskusi soal kepemimpinan di era transparansi.
Klaim harta Rp 1 miliar belum terbukti secara resmi—perlu verifikasi lebih lanjut melalui data LHKPN atau sumber terbuka terpercaya.
