1.Ramah Tamah dengan Pedagang: Wesly Sampaikan Prioritaskan Pembangunan Gedung IV Pasar Horas
Media Pematangsiantar Suatu siang yang hangat di Jalan Kapten MH Sitorus, rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar terasa lebih hidup dari biasanya. Bukan karena acara seremonial besar, bukan pula karena kunjungan pejabat tinggi dari luar kota. Kali ini, suasananya lebih akrab—ramah tamah antara pemimpin daerah dan mereka yang saban hari menggantungkan hidup di sela lorong-lorong pasar: para pedagang Gedung IV Pasar Horas.
Setahun telah berlalu sejak Gedung IV dilalap si jago merah. Kepulan asap dan reruntuhan kala itu bukan hanya menyapu atap bangunan, tetapi juga menghancurkan tumpuan ekonomi ratusan keluarga. Namun di balik puing-puing itu, ada sesuatu yang tetap menyala: harapan.
Dan kini, harapan itu mulai ditenun kembali.
Komitmen yang Terucap, Harapan yang Tumbuh
Wali Kota Wesly Silalahi, SH MKn, dalam pertemuan itu, tidak datang dengan janji kosong. Ia hadir dengan naskah program yang sudah ditulis, proposal yang sudah dikirim, dan jadwal yang sudah dipetakan.
Pasar tradisional, bagi sebagian orang, mungkin hanyalah tempat transaksi. Namun bagi para pedagang di Gedung IV, itu adalah tempat tumbuhnya mimpi, tawa, air mata, dan perjuangan.
“Kami hidup dari sini. Pasar bukan cuma tempat jualan, tapi sudah seperti rumah kedua,” ujar seorang pedagang yang turut hadir dalam ramah tamah tersebut.
Kesadaran akan hal itu menjadi landasan kuat bagi Pemko Pematangsiantar untuk tak sekadar membangun gedung, tetapi juga mengembalikan kehidupan.
Langkah Strategis dan Kolaboratif
Kepala Dinas PUTR Kota Pematangsiantar, Sofian Purba, menyampaikan bahwa langkah-langkah teknis telah dirancang. Mulai dari pembongkaran selama dua bulan, hingga pembangunan kios darurat yang diharapkan rampung sebelum Desember.

Baca Juga: Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
“Kami mohon dukungan semua pihak, terutama pedagang. Kami ingin proyek ini berjalan lancar, tanpa hambatan,” katanya.
Peran Strategis Gubernur Sumatera Utara
Tak hanya pemerintah kota yang bergerak. Proposal pembangunan Gedung IV juga telah sampai ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Wesly menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi antara kota dan provinsi akan mempercepat proses pembangunan. Walau masih menunggu keputusan lanjutan, semangat untuk tetap melangkah tidak surut.
Dukungan dari Akar Rumput
Asosiasi pedagang dari DPD Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P3B) dan Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T) menyambut langkah Wali Kota dengan antusias. Mereka menyampaikan dukungan penuh, sekaligus harapan agar relokasi sementara tidak mengganggu pendapatan.
“Kami siap mendukung. Yang penting jelas arah dan komunikasi,” ujar salah satu pengurus asosiasi.
Semangat kolaborasi ini menjadi penanda bahwa antara pemerintah dan rakyat, terdapat kesamaan visi: pasar bukan hanya soal dagang, tapi soal keberlangsungan hidup bersama.
Pembangunan yang Masuk dalam RPJMD
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota, Zainal Siahaan, menegaskan bahwa pembangunan Gedung IV Pasar Horas bukan kebijakan insidental. Ia telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Artinya, proyek ini adalah bagian dari visi besar pemerintah kota.
“Yakinlah, ini adalah komitmen jangka panjang. Kita ingin Pasar Horas menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, nyaman, dan tertata,” tegasnya.
Penutup: Membangun Lebih dari Sekadar Gedung
Pembangunan Gedung IV Pasar Horas bukan hanya tentang dinding dan atap baru. Ia tentang memberi kembali ruang bernapas bagi pedagang kecil. Tentang mengembalikan degup nadi ekonomi rakyat. Dan tentang sebuah pemerintahan yang memilih untuk turun langsung, mendengar, dan bergerak bersama.
Di Pematangsiantar, pembangunan bukan lagi sekadar jargon politik.












