Talud Jebol 25 Meter Warga Mangkang Semarang Kebanjiran Saat Sahur
Media Pematangsiantar – Talud Jebol 25 Meter Warga Kelurahan Mangkang Kulon dan sebagian Kelurahan Mangunharjo di Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengalami malam yang tidak biasa saat sahur minggu lalu setelah talud sungai Plumbon jebol sepanjang puluhan meter akibat derasnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini membuat air sungai meluap dan menggenangi permukiman pada dini hari, mengganggu aktivitas warga yang tengah bersiap menjalankan ibadah puasa.
Talud yang berfungsi sebagai “penahan” muka air di sungai tersebut ambruk pada area sekitar pemukiman, sehingga air langsung merembes dan mengalir deras ke jalan serta halaman rumah warga. Walhasil, genangan banjir mencapai puluhan sentimeter, bahkan ada titik yang mencapai setengah meter lebih, sehingga beberapa rumah tergenang dan warga harus segera memindahkan barang ke tempat lebih tinggi menjelang waktu sahur.
Dampak Banjir di Tengah Sahur
Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga sedang bersiap sahur, sehingga banjir mendadak menjadi kejutan yang membuat banyak keluarga panik. Air masuk ke ruang tamu dan dapur sebagian rumah akibat jebolnya talud, memaksa warga menyelamatkan perabotan rumah dan hewan peliharaan dalam kondisi remang-remang dini hari.
Beberapa warga melaporkan bahwa genangan terjadi sangat cepat setelah hujan berhenti, sehingga mereka harus bekerja ekstra cepat untuk mengeluarkan barang-barang bernilai atau berharga sebelum air naik semakin tinggi. Banyak rumah terendam, membuat suasana sahur berubah menjadi evakuasi mendadak.
Baca Juga: KPK Pastikan Hadiri Sidang Gugatan Praperadilan Eks Menag Yaqut
Penyebab Utama dan Kondisi Talud
Ketika tekanan air di bagian belakang talud melampaui kapasitas penahan, tembok penahan pun runtuh dalam beberapa titik.
Talud Jebol 25 Meter Keluarga Terdampak dan Respons Warga
Sejumlah keluarga di RT dan RW yang terdampak langsung banjir berupaya bergerak cepat, mengamankan barang, serta membantu tetangga mereka yang juga terjebak di dalam rumah. Walaupun pemerintahan setempat cepat merespons situasi dengan menyiagakan tim darurat bencana, warga tetap mengingatkan satu sama lain untuk tetap waspada mengingat kemungkinan luapan air bisa kembali terjadi saat curah hujan tinggi berlanjut.
BPBD Kota Semarang dan petugas Dinas Pekerjaan Umum serta BBWS Pemali-Juana telah mulai melakukan penanganan darurat dengan perbaikan sementara menggunakan sand bag serta merencanakan normalisasi atau pelebaran sungai untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Tinjauan Ahli dan Potensi Bencana Berulang
Para ahli geoteknik dan tata ruang mengingatkan bahwa struktur talud perlu dilihat secara lebih komprehensif, tidak hanya sekadar perbaikan sementara.












