1.TPID Pematangsiantar Strategi Lewat Pasar Murah
Media Pematangsiantar – TPID Pematangsiantar Inflasi Daerah) Pematangsiantar menyetujui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada tanggal 25–26 Agustus 2025, dilaksanakan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan bersama koperasi lokal, termasuk Rezeki Halal Barokah (RHB). Acara ini merupakan langkah konkret mengintervensi lonjakan harga pangan, terutama beras—yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi—menurut data BPS.
2. Skema dan Lokasi: Menjangkau Seluruh Kota Lewat Kecamatan
Untuk tanggal 25–26, lokasi terdiri dari kantor camat di RHB Jalan H Adam Malik (Siantar Barat), Siantar Utara, Sitalasari, Martoba, Simarimbun, Marihat, Siantar Selatan, dan Siantar Timur. Waktu pelaksanaannya dari pukul 09.00 sampai 14.00 WIB.
Baca Juga: Bayern Muenchen Pesta 6 Gol Hajar RB Leipzig, Luis Dias Cetak Gol Debut di Bundesliga
3. Menu Pasar: Stok Melimpah untuk Inflasi yang Terkendali
Setiap kecamatan mendapat alokasi: 200 sak beras, 30 kg bawang merah, 10 kg cabai merah, dan 2,5 kg cabai rawit—harga lebih rendah dari pasar biasa sebagai antisipasi terhadap fluktuasi harga.
4. Senjata GPM Sebelumnya: Efisiensi dan Komunitas
Sebelumnya, pada periode 11–12 Agustus, GPM sukses menjual 8 ton beras SPHP (1.600 sak @5 kg) dalam dua hari
5. Kontribusi Koperasi RHB: Jembatan Pemerintah–Masyarakat
Koperasi seperti Rezeki Halal Barokah (RHB) menjadi mitra krusial pemerintah dalam menyalurkan komoditas dengan harga murah ke masyarakat. TPID sengaja menggandeng lembaga lokal sebagai kanal distribusi efektif.
6.TPID Pematangsiantar Belanja Modern ala Siantar: QRIS sebagai Alternatif Praktis
Pelaksanaan GPM memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS, yang diharapkan memudahkan transaksi,
7. TPID Pematangsiantar KPI TPID di Wujud Aksi Nyata
Selain GPM, TPID juga menggelar sidak pasar dan memantau stok di gudang sebagai respons cepat terhadap tekanan inflasi.
Tabel Ringkasan GPM 25–26 Agustus 2025
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Biang Laku (TPID) | Eksekusi GPM dengan TPID, Dinas Perdagangan & Koperasi RHB |
| Tanggal & Lokasi | 25–26 Agustus 2025, di delapan kecamatan termasuk RHB Jalan H Adam Malik dan kantor camat setempat |
| Komoditas & Alokasi | Beras (200 sak), bawang merah (30 kg), cabai merah (10 kg), cabai rawit (2,5 kg) per kecamatan |
| Harga & Distribusi | Harga lebih murah untuk menjaga daya beli masyarakat |
| Metode Pembayaran | QRIS, mendukung digitalisasi dan kemudahan transaksi |
| Dampak Awal | 8 ton beras terjual cepat pada GPM gelombang pertama (11–12 Agustus) |
| Peran Koperasi RHB | Penyalur utama untuk mencalurkan pasokan dengan efisien dan tepercaya |
Kesimpulan
Kedua, kekuatan kemitraan dengan koperasi lokal seperti RHB menjadi contoh konkret sinergi pemerintah dan komunitas untuk stabilisasi ekonomi daerah.












