1. Wesly Diwakili Herlina Ringkas dan Informatif
Media Pematangsiantar Wesly Diwakili Herlina Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, tidak hadir langsung pada acara penutupan Marpesta QRIS yang berlangsung di Lapangan Farel Pasaribu, namun diwakili oleh Wakil Wali Kota Herlina. Turut hadir pengurus BI Pematangsiantar dan Forkopimda. Acara ini menjadi penutup meriah dari Pekan QRIS Nasional sekaligus meriahkan HUT ke-80 RI.
2. Gaya Naratif – “Ketidakhadiran yang Bermakna”
Meski sang Wali Kota tak bisa hadir karena alasan dinas, kehadiran Wakil Wali Kota Herlina menjadi pengganti penuh makna. Ia tampil anggun dan berdedikasi, melanjutkan komitmen bersama Wesly untuk mendorong digitalisasi ekonomi lokal. Penutupan Marpesta QRIS berakhir gemilang—suara musik dan tepuk tangan menggema saat Vanessa Simorangkir dan Osen Hutasoit menutup rangkaian acara dengan penuh semangat.
Baca Juga: Arsenal Dianggap Menang Beruntung, Mikel Arteta Banggakan Rekor di Old Trafford
Wakil Wali Kota Herlina berdiri mewakili kota—menunjukkan stabilitas administrasi dan sinergi tim dalam pemerintahan. Dalam momentum penutupan Marpesta QRIS, kehadiran Herlina mempertegas kekuatan kepemimpinan dan kerja sama antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Hiburan meriah oleh dua musisi nasional menjadi tanda berhasilnya acara ini sebagai kombinasi edukasi digital dan hiburan rakyat. Analitis – Pemimpin Adil, Masyarakat Terlayani
Tabel Ringkasan Nuansa Artikel
| Gaya Penulisan | Fokus Utama | Nuansa & Pesan |
|---|---|---|
| Liputan Berita | Fakta kehadiran Herlina dan acara penutupan | Informatif dan objektif |
| Naratif | Atmosfer penyerahan tugas & hiburan | Emosional dan visual |
| Reflektif | Arti simbolik peran Herlina | Solidaritas dan kolaborasi kepemimpinan |
| Analitis | Strategi pemerintahan & edukasi QRIS | Kebijakan, inovasi, dan inklusi |
Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan penampilan dari Osen Hutasoit dan Vanessa Simorangkir yang menutup acara dengan semarak.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Herlina menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI yang secara konsisten mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS. Ia menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung digitalisasi ekonomi daerah.
Kami menyambut baik kegiatan Marpesta QRIS ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam menghadapi era transaksi digital yang semakin berkembang,” ujar Herlina.
Pihak Bank Indonesia Pematangsiantar juga mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS selama acara mengalami lonjakan signifikan, menandakan kesiapan masyarakat menuju cashless society.
Marpesta QRIS sendiri telah berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan berbagai kegiatan seperti bazar UMKM, talkshow edukasi keuangan digital, serta perlombaan rakyat. Kegiatan ini turut melibatkan pelajar, komunitas digital, hingga perbankan lokal.
